Langsung ke konten utama

Mardhatilla Suyuthie

 


Hai..

Ketika kamu sudah sampai di blog ini, terhatur ucapan terimakasih sekali.. karena blog ini baru seumur jagung (jagung umurnya nyampe 2 tahunan nggak sih... hahaha)..

Btw, saya Mardhatilla Suyuthie cukup disapa Mardha. Lahir di Bengkulu, 27 Maret 1989 menjadikan saya Sulung dari 4 bersaudara. Sebetulnya mengenal istilah blog sudah cukup lama, dulu 2008 pernah buat tapi astagaaahh.. saya saja geleng-geleng kepala kalau ingat isinya. 

Sampai di September 2019, ada event Blogger Bengkulu yang saya ikuti. Membuat akun dengan domain biasa, untuk percobaan, khawatir setelah event mungkin tidak saya teruskan. 

Diluar dugaan, ada candu untuk menulis. Lalu saya permanen kan blog saya, dengan domain nama saya sendiri. Tajuk dari blog saya adalah sedang menulis... yang menurut saya memiliki makna bahwa sampai kapanpun menulis masih menjadi sesuatu yang sedang saya kerjakan.

Dua tahun waktu yang masih sangat sedikit untuk belajar, mengingat semuanya dimulai dari 0. Hingga sekarang, blog saya bukan hanya menjadi tempat menulis apa yang saya rasa dan lihat. Tapi ternyata cukup membantu saya, bertemu keluarga baru.. dan bertemu pekerjaan baru...hihihii..

Intinya... sampai hari ini, saya bangga menjadi bagian dari Blogger Bengkulu. Insyaallah, setiap hari saya berusaha untuk menjadi Blogger yang lebih Tangguh lagi..😊


Blogger Bengkulu..

Tahan, Unggul, Humanis..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berani Hadapi Dunia Baru dengan Skill Academy

Keadaan ekonomi, kondisi pandemi saat ini sebetulnya bukan menjadi alasan besar menurunnya kualitas hidup seseorang, atau alasan sulitnya menjalani kehidupan sehari-hari. Kesulitan yang sebenarnya justru muncul ketika kita tidak mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Sehingga kita mengalami shock ketika menemukan kondisi baru, misalnya menghadapi penurunan pendapatan penjualan pada usaha milik sendiri, atau pemutusan hubungan kerja dari perusahaan atau tempat kita bekerja.     Semua manusia dilahirkan pasti memiliki kelebihan meskipun satu orang dengan orang lain tidak bisa disamakan. Potensi yang berbeda ini ada, tanpa harus memandang ras, latar belakang keluarga atau pun tingkat ekonomi.   Maka tugas yang harus dilakukan sebenarnya adalah menggali potensi dan meminimalisir kekurangan dalam diri sendiri. Salah satu solusi yang ditawarkan hari ini adalah pelatihan Skill Academy by Ruang Guru. Pelatihan ini dilakukan secara online, sehingga kamu bisa menyimak dengan baik k

Festival Tabut Bengkulu Bentuk Eksistensi Budaya Daerah

Sumber : www.instagram.com/disparprov.bengkulu      Dampak globalisasi adalah adanya perubahan budaya diberbagai sisi kehidupan. Masyarakat dituntut untuk menjadi masyarakat yang lebih open minded atas arus budaya, ekonomi, sosial, teknologi. Terbukanya sistem informasi memuculkan sebuah kondisi yang gamang atas budaya-budaya tradisional di Indonesia. Begitu pula di Bengkulu. Ditengah gempuran gaya K -pop ala Korea , free style life ala Eropa , Festival Tabut masih bisa unjuk diri sebagai bentuk eksistensi diri.  Festival Tabut Bengkulu menggambungkan beberapa unsur, diantaranya agama, budaya, seni dan pariwisata. Festival ini berpatokan pada penanggalan di tahun Islam yaitu 1-10 Muharram.  Sejarah Singkat Tabut Bengkulu Menilik sejarah, awalnya Tabut dilakukan konon untuk mengenang peristiwa tewasnya cucu Nabi Muhammad SAW Husain dalam pertempuran di Padang Karbala Irak tahun 61H (680M) dan hanya dilaksanakan oleh penganut Islam Syi'ah.  Kata Tabut salam bahasa Arab adalah at Tabu

Rambut Rontok karena Berhijab? Coba Kenali kebiasaan yang salah pada rambutmu...

  Rambut rontok pasti rata-rata semua perempuan pernah mengalami kayaknya ya??? Tinggal berat ringannya aja kayaknya. Apalgi di wanita yang berhijab. So, apa bener berhijab menyebabkan rambut rontok?? Saya salah satu dari ribuan wanita dengan masalah rambut rontok, yang kadang bikin nggak nyaman sampoan atau sisiran -_- Sedih liat rambut yang udah kayak arsiran di lantai rumah, karena dimana-mana ada. Saya berhijab dari masuk SMP, walaupun pas waktu itu nggak tertib-tertib bener sih. Kapan mau pake, kapan males nggak pake (kode keras : jangan ditiru!!!!). Jadi dulu dipaksa Ayah untuk pake Hijab, dan.... jaman dulu mana berani bilang nggak. Selalu "iya". Balik lagi kebahasan Hijab, jadi kalo diitung-itung sekarang udah kurang lebih 18 tahun pake hijab. Nah... terus apa ada hubungannya ya Hijab = Rambut Rontok. Coba deh kita bahas satu per satu kebiasaa-kebiasaan yang sepertinya, baik atau tidak baiknya. 1. Rambut Basah langsung ditutup Hijab Saya tipe orang yang males rambut l