Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

DANDAN CANTIK UNTUK SI SIPIT YANG EKSOTIK

Soal bersolek sebetulnya bisa dibilang jadi hal yang susah-susah gampang. Why? Satu perintah soal tata rias, di tangan 30 orang perempuan hasilnya bisa beda-beda lo. Satu alat kosmetik, dipakein ke 30 orang perempuan hasilnya juga bakal beda-beda lo ya. Apalagi jadi perempuan yang tinggal di Indonesia. Warna kulitnya unik, ada hitam eksotik  biasanya di dominasi perempuan dari wilayah timur Indonesia dan beberapa daerah di Pulau Jawa. Kulit sawo matang yang paling banyak dijumpai di perempuan Indonesia pada umumnya, meski demikian tetap ada warna kulit pulit lo di beberapa daerah tinggi, pegunungan atau daerah dingin di Indonesia. Nah.. Ahad, 15 Desember 2019 di Hotel Amaris Bengkulu, Blogger Bengkulu (https://www.bloggerbengkulu.com  )  bekerjasama dengan Sari Ayu Martha Tilaar, ngadain event influencer gathering  dihadiri 30 orang perempuan cantik, yang saling berbagi tips dan trik dandan cantik anti lama dan anti mahal... Aku punya warna kulit yang nggak begitu hite

ALEA Beauty Gathering, Sparkling Your Beauty

Jadi perempuan itu luar biasa lo... Gimana caranya walau umur bertambah, tapi diusahakan penampilan semakin terlihat muda. Kenapa? Karena hobi nya perempuan itu melawan, salah satu nya adalah berjuang keras melawan tanda-tanda penuaan pada kulit dan wajah.. 🤭🤭🤭 Hari Minggu kemarin, 17 November 2019 adalah salah satu satu cara para perempuan-perempuan yang tergabung dalam Blogger Bengkulu, untuk berusaha bisa tampil dengan kulit yang sehat dan cantik. 20 peserta Beauty Gathering antusias dengan event kemarin. Gimana nggak, mulai dari seleksi pesertanya aja udah harus bersaing. Jadi wajar donk yang kepilih merasa jadi perempuan yang beruntung. Dengan tanpa dipungut biaya sepeser pun, penyelenggara kegiatan kali ini ALEA Beauty Care and Cosmetics Bengkulu menyambut para peserta gathering dengan paket goodie bag keren parah.... Ada snack donk pastinya,,, hiiii. Setiap peserta mendapatkan 1 produk kecantikan punya nya Alea Cosmetics . Terussssss... 1 peserta di kasih lagi v

Tuberkulosis, kenali tanda dan gejalanya......

Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia terutama negara-negara yang sedang berkembang. Menurut laporan dari WHO Global Report tahun 2018, saat ini Indonesia menempati urutan ke-3 terbesar di dunia sebagai penyumbang penderita TB setelah Negara India dan China. Sesuai dengan Strategi Nasional (STRANAS) TB tahun 2015, visi umumnya adalah: “Indonesia bebas Tuberkulosis dengan tujuan “tidak ada kematian, penyakit dan penderitaan yang disebabkan oleh Tuberkulosis.” Tujuan utama STRANAS adalah mengakhiri epidemic Tuberkulosis di Indonesia. STRANAS menetapkan tiga target untuk dicapai pada akhir tahun 2019, yaitu 30% penurunan angka kematian yang disebabkan oleh TB dibandingkan angka pada tahun 2014; 15% penurunan insidens dibandingkan pada tahun 2014 dengan mempercepat penurunan perkiraan insiden dari 1% pertahun menjadi 4% pertahun mulai tahun 2017 dan seterusnya, dan meningkatkan akses pada Jaminan kesehatan universal dan perlindungan sosial sehingga pada t

Kopi Gading Cempaka, Tanda Cinta Bagi Penikmat Kopi...

Sejarah kopi di Indonesia dimulai pada tahun 1696 ketika Belanda membawa kopi dari Malabar, India, ke Jawa. Mereka membudidayakan tanaman kopi tersebut di Kedawung, sebuah perkebunan yang terletak dekat Batavia. Namun upaya ini gagal kerena tanaman tersebut rusak oleh gempa bumi dan banjir. Upaya kedua dilakukan pada tahun 1699 dengan mendatangkan stek pohon kopi dari Malabar. Pada tahun 1706 sampel kopi yang dihasilkan dari tanaman di Jawa dikirim ke negeri Belanda untuk diteliti di Kebun Raya Amsterdam. Hasilnya sukses besar, kopi yang dihasilkan memiliki kualitas yang sangat baik. Selanjutnya tanaman kopi ini dijadikan bibit bagi seluruh perkebunan yang dikembangkan di Indonesia. Belanda pun memperluas areal budidaya kopi ke Sumatera, Sulawesi, Bali, Timor dan pulau-pulau lainnya di Indonesia (sumber :  http://www.kopigadingcempaka.com/sejarah-kopi-di-indonesia/ ) Bengkulu adalah salah satu dari beberapa Provinsi yang memiliki Kopi sebagai minuman khasnya. Salah satu brand ny

Masjid 24 Jam = Tanpa Tutup

Menarik ketika ada yang bertanya, menurut kamu Masjid 24 jam itu definisinya seperti apa? Jika secara harfiah , 24 jam berarti Non-Stop, Siang-Malam, atau tanpa tutup. Lalu jika disandingkan dengan Surat Edaran Walikota Bengkulu, apa yang dimaksud dengan Masjid 24 jam???  Secara kasat mata, maka artinya Masjid bisa didatangi kapan saja. Masjid bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan apapun, kapan pun dan oleh siapa pun.  Apalagi jika disandingkan dengan tujuan Walikota yang berharap masyarakat dapat lebih peduli untuk menghidupi rumah ibadah, khususnya masjid.  Merujuk tujuan kebijakan ini, untuk memakmurkan masjid maka jelas sudah maksud dari Masjid 24 bukan hanya soal pintu masjid yang selalu terbuka. Harus ada sesuatu yang menarik masyarakat untuk sering datang ke masjid, dengan demikian maka ada tuntutan baru untuk pengurus masjid dalam mengelola kegiatan-kegiatan, materi-materi keagamaan, dan lainnya.

Masjid 24 Jam, Sesuaikan Budaya Setempat

Warga Kota Bengkulu sedang dikejutkan dengan keluarnya Surat Edaran Walikota tanggal 26 Juni 2019 lalu. Edaran tersebut berisi kebijakan Walikota tentang Himbauan Masjid yang buka 24 jam.  Walikota Bengkulu, Bp. Helmi Hasan bukan kali pertama ini mengeluarkan kebijakan yang kontroversi. Hal yang kontroversi jelas selalu didampingi dengan pro dan kontra.  Menurut kalian gimana? Kebijakan ini sebetulnya bukan hal yang sulit, jika kita melihat ada SPBU yang buka 24 jam, ada Toilet, Rumah Makan, dll yang buka 24 jam. Sebetulnya kebijakan ini dirasa tidak aneh. Banyak orang yang membutuhkan Masjid sebagai tempat untuk Ibadah, Majelis Berbagi Ilmu, atau malah betul-betul menjadi tempat istirahat. 

Akhirnya.... ku menemukan mu....

Untuk saya memutuskan sesuatu butuh pertimbangan matang... Bawaan anak tua, didikan tahun 90an kali ya.. Semua jangan soal ikut-ikutan.. Beberapa kali melihat.. mengamati.. Akhirnya, Oke saya ikut!! Hidup di jaman canggih, dimana buku lebih menarik untuk dibuat daripada dibaca.. Membuat hampir semua orang cukup ambil gadget, klik ,  and search, and klik... Mau tidak mau untuk didengar dan dilihat mesti ikut tuntutan zaman...